kaligrafi

بسم الله الرحمن الرحيم
Review suhamdhana2013.blogspot.com on alexa.com

Tuesday, April 23, 2013

Ditemukan lagi, planet yang mungkin bisa dihuni manusia..benar atau tidak??? dan ayat al-qur'an nya.. caritahu jawabannya diartikel ini


TEKNOLOGI

Ditemukan Lagi, Planet yang Mungkin Bisa Dihuni Manusia

Tapi, planet ini sangat jauh dari Bumi.

ddd
Minggu, 21 April 2013, 05:02Ita Lismawati F. Malau
Planet-planet yang berpotensi mirip Bumi(NASA/Ames/JPL-Caltech)

Planet-planet yang berpotensi mirip Bumi

VIVAnews - Di tengah berbagai kekacauan yang terjadi di Bumi, sejumlah peneliti menemukan harapan adanya planet yang mungkin bisa dihuni manusia. Sejauh ini, tiga planet dinilai jadi kandidat terbaik yang diduga memiliki habitat, di luar sistem tata surya. Tapi, mereka sangat jauh dari Bumi. 

Dalam pengumuman, Kamis 18 April lalu, peneliti menyebut planet itu adalah Kepler-62e, Kepler-62f, dan Kepler-69c. Satelit Kepler milik Badan Antariksa Amerika (NASA) menemukan trio planet ini saat mengamati lebih dari 150.000 bintang dengan harapan menemukan planet mirip Bumi, demikian dilaporkanCNN. 

Dua planet --Kepler-62e dan Kepler-62f-- merupakan objek penelitian utama dari ilmuwan dan hasilnya diterbitkan di jurnal Science, Kamis lalu. Keduanya merupakan bagian dari sistem tata surya dengan lima planet. Induk tata surya atau bintang sistem ini dinamai Kepler-62 dan mirip Matahari.

Planet ketiga diduga juga berpotensi bisa dihuni, tapi tidak diteliti dalam studi Science. Penelitian planet ini dan sistemnya itu dipublikasikan di The Astrophysical Journal.
Tiga planet ini terletak pada "zona habitat". Zona habitat merupakan jarak planet dengan bintangnya yang seperti Bumi terhadap Matahari.

"Dengan temuan ini, semakin banyak kami menemukan planet seperti Bumi. Bumi jadi kurang spesial," kata Thomas Barclay, ilmuwan Kepler di Bay Area Environmental Research Institute, Sonoma, California.

Meski begitu, manusia masih harus berpikir keras bagaimana cara ke sana. Jarak Bumi dengan Bintang Kepler-62 saja 1.200 tahun cahaya. Sementara itu, jarak Bumi ke Bintang Kepler-69, yang jadi pusat Kepler-69c, adalah 2.700 tahun cahaya. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama setahun. Mendekati 6 triliun mil.

Seperti apa planet-planet itu?

Kepler-62f kemungkinan lebih berbatu dan kecil kemungkinan planet itu terbuat dari gas, kata William Borucki, peneliti utama Kepler di NASA Ames Research Center.

Lebih besar 40 persen dibanding Bumi, planet ini dinilai paling potensial mirip planet Bumi.
Planet ini, menurut Borucki, kemungkinan berbatu, dengan kutub yang dilengkapi daratan dan air. Planet ini mengorbit bintangnya dalam 267,3 hari, hampir sama dengan Bumi.

Jika Anda berdiri di atas Kepler-62f, bintang di langit akan terlihat lebih besar ketimbang penampakan Matahari dari Bumi. "Level pencahayaan sama seperti saat berjalan di atas Bumi saat mendung," jelas Borucki.

Sementara itu, Kepler-62e diperkirakan 60 persen lebih besar dari Bumi dan lebih dekat ke bintang dibanding Kepler-26f.

Kemungkinan, imbuhnya, planet ini adalah "dunia air" dengan mayoritas terdiri atas lautan yang dalam. Dia mengitari bintangnya satu putaran dalam 122,4 hari.

"Semua planet yang kami temukan itu sedikit berbeda dengan planet-planet yang ada di tata surya kita," kata Borucki.

Selanjutnya, Kepler-69c memiliki ukuran 70 persen lebih besar dari Bumi. Kemungkinan, planet ini pun merupakan dunia air dengan lautan dalam. Planet ini menarik perhatian peneliti, karena dia merupakan planet terkecil yang mengorbit di zona habitat.

Barclay menjelaskan, kemungkinan planet itu bukan planet bebatuan dan lebih hangat dari Bumi, mirip Venus. "Kalaupun ada kehidupan di sana, kemungkinan tidak akan sama dengan apa yang kami temukan di dunia ini," imbuhnya. (art)

© VIVA.co.id  

KEHIDUPAN MANUSIA DI PLANET LAIN MENURUT AL-QUR'AN

Assalamualaikum...
Allah SWT menciptakan manusia sudah dilengkapi dengan Petunjuk-Nya, sehingga manusia tidak perlu repot-repot mencari atau menyusun Hukum dalam menjalani hidupnya, bahkan tinggal meneliti dan mempelajari Petunjuk Allah untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Hukum Allah itu menerangkan hal-hal yang berlaku sampai nanti kehidupan di Akhirat.
Dalam era globalisasi dan informasi sudah saatnya bagi umat Islam untuk berpikir kritis dan dinamis demi kemajuan Islam. Hal yang perlu dipahami bahwa sesungguhnya Al Qur'an bukan hanya menerangkan ibadah saja, tetapi lebih jauh dia juga menerangkan hal-hal yang berkaitan dengan ilmu tingkat tinggi yang justru lebih lengkap dan sempurna. Akan tetapi selama ini yang dipelajari para ilmuwan Muslim baru sebatas hal yang berkaitan dengan ibadah, dikiranya Al Qur'an tidak mampu menerangkan hal-hal berkaitan dengan segala yang ada di semesta. Padahal kalau Al Qur'an dipahami dengan sungguh-sungguh maka akan muncul Sarjana-sarjana Al Qur'an dari berbagai disiplin ilmu yang berkualitas tinggi dan handal. Dengan begitu Ilmu Pengetahuan akan maju pesat sejalan dengan tingkat kemampuan dalam pemahaman Al Qur'an oleh para pemeluk Islam atau para Ilmuwan itu sendiri.

Misalnya tentang adanya masyarakat manusia di Planet lain di luar Bumi ini, orang-orang barat begitu serius mengadakan penelitian dengan biaya yang sangat mahal dan mereka yakin bahwa diluar Bumi ini pasti ada kehidupan atau ada makhluk hidup. Padahal sebenarnya jauh-jauh sebelumnya Al Qur'an telah memberikan informasi yang menunjukkan bahwa di Planet selain Bumi ini juga telah berkembang masyarakat manusia seperti halnya di Bumi ini. Sementara para ilmuwan muslim hanya bertindak selaku penonton dan menunggu hasil penelitian orang Barat.

Sebenarnya sejak 15 abad yang lalu Al Qur'an telah menerangkan berbagai persoalan yang ada di jagad raya ini, cuma masalahnya sistem pendidikan yang selama ini diajarkan hanyalah berupa hafalan-hafalan sehingga pada umumnya anak didik kita banyak yang tidak bisa memahami tentang sesuatu. Seringkali orang dipaksa untuk percaya begitu saja secara taklid buta walaupun kadang-kadang keterangan yang disampaikan tidak sejalan dengan pemikiran secara wajar. Ironisnya para Sarjana kitapun masih banyak yang kurang kritis dan teliti, bahkan mereka juga mengikuti pemahaman ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu, sehingga posisi kita sering selalu ketinggalan, terutama dalam hal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Itulah fenomena yang terjadi dalam masyarakat kita, terutama masyarakat Islam sendiri karena kurangnya informasi tentang Al Qur'an, tetapi anehnya kalau diberi tahu tentang Al Qur'an juga belum tentu mau menerima atau paling tidak merupakan bahan kajian, tetapi itulah faktanya. Sementara bagi orang-orang yang memang benar-benar beriman kepada penjelasan Allah yang disampaikan oleh Nabi tentu menanyakan kepada Nabi. Akan tetapi karena sekarang Nabi sudah tiada, maka kita harus menanyakan kepada yang mengutus Nabi yaitu Allah dimana Allah telah menjelaskan semua itu melalui Wahyu dalam Al Qur'an.

Lalu, benarkah ada kehidupan manusia di planet lain?
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan :

1. Pengertian tentang Dunia.
Selama ini orang menganggap seolah-olah yang dimaksud dunia ini hanyalah “BUMI” ini saja, padahal dunia itu begitu luasnya, sedangkan Bumi ini hanyalah merupakan debu yang sangat kecil jika dibandingkan dengan dunia. Dunia adalah semesta raya ini dan bukannya hanya Bumi saja, karena itu kalau kita sering mendengar bahwa dunia ini nantinya akan dihancurkan pada hari kehancuran total dengan istilah “Yaumus Sa’ah”, maka yang dihancurkan bukan hanya Bumi ini, tetapi seluruh jagad raya yang ada di semesta ini. Semesta raya ini terdiri dari milyaran Bintang, setiap Bintang di angkasa merupakan satu solar sistem (Tata Surya). Oleh karena itu hendaklah kita merubah cara berpikir dalam memahami suatu persoalan sehingga pengertian itu bisa diterima oleh pikiran secara wajar dan sejalan dengan ilmu pengetahuan.

2. Pengertian tentang Sama'/Samawat
Memang benar bahwa berdasarkan arti bahasa bahwa Samawat adalah bentuk jamak dari Sama’ yang pada umumnya diartikan “langit” atau “angkasa”. Namun sejalan dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maka sama’ belum tentu selalu berarti langit. Sedangkan yang dimaksud langit adalah awang-awang kosong begitu luasnya. Tiap-tiap planet memiliki langit, sedangkan planet-planet itu tak terhitung jumlahnya di semesta raya ini. Di dalam wilayah Tata Surya kita saja ada 10 planet dan baru 9 yang diketemukan dan masingmasingnya memiliki langit.

3. Pengertian tentang Dabbah
Kalau diperhatikan dengan teliti bahwa sesungguhnya dabbah itu bukan hanya binatang melata, tetapi termasuk di dalamnya binatang yang berkaki bahkan termasuk juga manusia.
Untuk mendapatkan pengertian dabbah yang sebenarnya, perlu dih
ubungkan beberapa ayat dalam Al Qur'an yang mengandung dabbah, maka dia akan saling menerangkan tentang pengertian dabbah itu sendiri secara jelas. Kalau pemahaman tentang sesuatu hanya dengan satu ayat terpisah, maka pengertiannya tidak bisa utuh, karena jarang Al Qur'an menerangkan sesuatu hanya dengan satu ayat yang berdiri sendiri, tetapi harus dihubungkan dengan ayat lain yang berhubungan.

Memang ada juga ayat yang sudah jelas tanpa penjelasan misalnya ayat-ayat muhkamat, namun biasanya hal-hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan atau ayat mutasabihat harus merangkaikan beberapa ayat yang saling menerangkan. Sebagai bahan kajian tentang dabbah maka perhatikan petunjuk Allah berikut:


Surat As-Syuuro (42) ayat 29 oleh Departemen Agama Pelita III/81-82: 



Dalam Ayat tersebut yang diterjemahkan makhluk-makhluk yang melata adalah Ayat aslinya berbunyi dabbah. Sementara yang lainnya diartikan binatang melata.

Perhatikan Terjemahan pada Ayat yang sama yaitu:
Proff. H. Mahmud Yunus, penerbit PT. Al MaArif Bandung:
Diantara ayat-ayat (tanda-tanda) Allah, ialah kejadian langit dan Bumi dan apa-apa yang bertebaran pada keduanya diantara binatang-binatang (apa-apa yang melata di muka Bumi). DIA maha kuasa menghimpunkan mereka bila dikehendaki-Nya.

Jadi istilah dabbah diartikan binatang melata. Tapi perlu diketahui bahwa kalau binatang melata bisa hidup di Samawat itu, maka manusiapun seharusnya juga bisa hidup.
Berdasarkan pengkajian sebaiknya Ayat tersebut berarti:
Dan dari Ayat-ayatNya ialah penciptaan Samawat (planet-planet) dan Bumi, serta yang DIA kembang biakkan pada keduanya (Samawat dan Bumi) dari dabbah (makhluk berjiwa) dan DIA atas pengumpulan ketika DIA kehendaki adalah menentukan.

Kalau orang mau memperhatikan dengan teliti, maka sesungguhnya dabbah itu bukan hanya binatang melata saja, tetapi termasuk binatang lain yang tidak melata yaitu yang berkaki termasuk di dalamnya adalah manusia. Oleh karena itu yang ditebarkan atau dikembangkanbiakkan di Samawat (planet-planet) dan di Bumi ini terdiri makhluk yang berjiwa termasuk di dalamnya manusia itu sendiri. Dengan demikian maka jelas bahwa di planet-planet itu pun telah berkembang masyarakat manusia seperti halnya yang ada di Bumi ini. Berikut ini Ayat yang menjelaskan tentang pengertian dabbah.


Surat An-Nuur (24) ayat 45. Artinya :
 

Surat Al-Anfal (8) ayat 22 :
Surat Al-Anfal (8) ayat 55 : 


Kalau kita perhatikan surat An-Nuur (24) ayat 45, cukup jelas dan tegas bahwa diantara dabbah itu ada yang berjalan atas perutnya (ular, buaya, cecak, kadal dan lain-lain), dan diantara dabbah itu juga ada yang berjalan atas dua kaki (ayam, bebek, MANUSIA dan lain-lain) dan ada pula yang berjalan dengan empat kaki (kerbau, sapi, kambing, unta dan lain-lain).

Jadi jelaslah bahwa yang dimaksud dengan dabbah bukanlah hanya binatang melata, tetapi termasuk manusia dan binatang berkaki lainnya.

Pada Surat Al-Anfal (8) ayat 22 dan 55, menyatakan bahwa sejahat-jahat dabbah menurut pandangan Allah adalah orang-orang pekak, kafir, tidak berpikir dan tidak beriman. Jelas yang dimaksud disini adalah manusia, bukan binatang melata, karena memang semua binatang melata tidak bisa berpikir apalagi beriman. Inilah yang dimaksud dengan pemahaman tentang suatu istilah dalam ayat Al Qur'an. Kalau dalam memahami istilah dalam ayat kurang tepat apalagi kalau salah, maka arti dan kedengarannya pun janggal, tidak ratio, tidak bisa dimengerti oleh semua orang, akibatnya sasaran yang dimaksudkan pun tidak tepat.

Jelaslah kiranya bahwa yang dimaksud dabbah adalah makhluk berjiwa (makhluk bernyawa) termasuk MANUSIA. Dengan begitu didapatkan kunci dan petunjuk yang diperoleh dari pengertian beberapa ayat yang saling menjelaskan bahwa di planet lain selain Bumi ini juga
bermasyarakat manusia dan juga berkembang biak berbagai binatang termasuk juga binatang melata tadi.


Meskipun hingga saat ini dengan ilmu pengetahuan yang ada belum diketahui dengan pasti tentang keberadaan kehidupan di planet lain, namun penjelasan dari ayat-ayat al-Qur'an diatas sangat logis dan bisa diterima. Dan menurut saya, sebagai seseorang yang tertarik dengan masalah UFO dan Alien, pembahasan mengenai Dabbah diatas menjadi titik terang bahwa fenomena Alien adalah benar-benar nyata. 


Wallahualam bishowab...

Kita tunggu perkembangan dan penelitian berikutnya, sambil terus belajar, meneliti dan menganalisi alam tanpa lupa memperhatikan ayat-ayat di dalam Al-Qur'an....

Penjelasan lebih lengkap mengenai pembahasan diatas dapat dibaca atau didownload disini 

Mari terus membaca, belajar dan berpikir terbuka.


Sumber : http://deebacalah.blogspot.com/2013

No comments:

Post a Comment

Followers